Rabu, 21 Juli 2010

DENGAN HERBAL SEHAT SEPANJANG HAYAT

Sehat itu Kebutuhan
Kesehatan merupakan salah satu aspek yang sangat menentukan dalam kehidupan manusia agar memiliki kualitas hidup yang diinginkan dan diimpikan, bahkan menjadi salah satu tolak ukur kebahagiaan seseorang. Dalam menghadapi tantangan hidup, manusia harus sehat. Sehat bukan hanya bebas dari penyakit, tapi juga harus prima. Idealnya mulai lahir hingga meninggal. Sehingga tubuh dan jiwa yang sehat akan mampu mencapai kebahagiaan untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang.
Berdasarkan hasil riset American Health Coach Association, tubuh manusia modern berada dalam kondisi prima atau sehat hanya dua hari dalam seminggu. Hari sehat dihitung sejak bangun tidur hingga tidur kembali. Selebihnya, ada saja keluhan, yang meski ringan, tetap saja pertanda tubuh tak prima, seperti masuk angin, pegal-pegal, sakit kepala, dan kehabisan napas, walau baru jalan sebentar. Karena itu, manusia harus pandai menjaga kesehatan tubuh.
Tantangan untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan prima pada masa kini semakin sulit. Dunia dengan kondisi alam yang semakin rusak dan iklim yang ekstrem semakin berbahaya. Ini semua tanpa disadari mempercepat proses penuaan dini pada manusia. Oleh karena itu, manusia harus benar-benar pandai menjaga kondisi kesehatan tubuhnya.
Mencermati aspek kesehatan dalam arti luas, maknanya tidak hanya sehat secara fisik namun juga psikis, termasuk di dalamnya kesehatan mental yang direfleksikan dalam inidikator kemampuan atau kecerdasan intelektual, emosional agar tercapai harapan dan memiliki kebahagiaan menjalani hidup.
Maka dari itu, sehat merupakan kebutuhan setiap orang supaya dapat menjalani hidupnya dengan semua harapan yang dimiliki dan benar-benar merasakan kebahagiaan selama hidup sampai akhir hayatnya. Mengapa demikian, sebab kalau sehat diletakan pada paradigma atau pola pikir bukan kebutuhan orang akan benar-benar mengesampingkan urusan kesehatan dirinya bahkan mungkin mengabaikannya. Karena merasa bahwa sehat itu bukan suatu kebutuhan dan hanya pelengkap saja seperti halnya perhiasan dalam berpakaian.
Padahal seharusnya paradigma atau pola pikir orang berada pada keyakinan bahwa sehat itu merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar karena kalau tidak maka hidup akan sia-sia bahkan mungkin akan cepat meninggalkan alam fana ini, sehat harus diletakan pada posisi yang sama dengan makan dan minum, kalau tidak makan dan minum orang akan meninggal dunia. Pun dengan kesehatan yang harus ditanamkan dalam pola pikir kita adalah tubuh sehat itu merupakan benar kebutuhan tubuh kita. Kesehatan tubuh merupakan sumbangan terbesar seseorang meraih kesuksesan dan kebahagiaan hidup sampai akhir hayat.


Sehat itu Gaya Hidup
Agar mendapatkan kualitas hidup yang sehat salah satunya dengan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Pola makan sehat, berolah raga cukup dan teratur, menghindari kebiasaan buruk, dan beristirahat cukup merupakan kunci menjaga tubuh agar tetap dalam keadaan prima dan sehat. Manusia pada intinya harus benar-benar menjaga tubuhnya agar tetap sehat dan itu harus dijadikan sebagai gaya hidup.
Gaya hidup yang tidak sehat akan menyebabkan tubuh tidak sehat pula. Gaya hidup tidak sehat ini dapat dilihat secara jelas dari pola makan salah satunya. Pola makan tidak sehat ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonensia. Kita bisa melihat fenomena pola makan tidak sehat salah satunya dengan banyak bermunculan tempat-tempat makan junk food di hampir seluruh sudut kota. Padahal junk food merupakan makanan yang tidak sehat karena memiliki nilai gizi dan nutrisi yang sangat rendah. Jenis makanan ini mengandung lemak jenuh (saturated fat), garam dan gula, serta bermacam-macam additive seperti monosodium glutamate dan tartrazine dengan kadar yang tinggi. Junk food hampir tidak mengandung protein, vitamin serta serat yang sangat dibutuhkan tubuh. Di kota-kota besar di Indonesia junk food dijual di berbagai pusat perbelanjaan dan pusat jajanan. Bahkan restoran jenis makanan yang memiliki kadar kolesterol tinggi ini sudah merambah kota-kota kecil di hampir seluruh pelosok tanah air.

Untuk itu, sangat dianjurkan untuk benar-benar mengatur pola makan, mengkonsumsi buah-buahan segar dan makan makanan yang memiliki kadar gizi yang tinggi dan seimbang, giat berolah raga dan mengubah gaya hidup tidak sehat anda dengan gaya hidup yang sehat serta menjadikan sehat sebagai gaya hidup anda. Karena hidup sehat adalah hidup yang didapat dengan tubuh yang bugar, sehat, jernih pikiran, jiwa yang tenang, meraih harapan dan cita-cita, dapat merasakan kebahagiaan dan semua itu benar-benar dapat dinikmati sepanjang hayat. Maka dari itu ubahlah gaya hidup tidak sehat anda dengan gaya hidup sehat mulai dari sekarang juga.
Sehat dengan Kembali ke Alam dan Tradisi
“ Bila seseorang mampu berfikir rasional, maka ia akan memilih kembali ke alam dan hidup lebih sederhana”
Banyak orang yang masih meremehkan masalah kesehatan, itu sebenarnya hal yang wajar karena kita masih merasakan bahwa diri kita masih sehat. Tetapi nanti kalau sudah merasakan kesakitan karena kita menderita suatu penyakit, baru kebingungan untuk mencari cara mengatasinya. Padahal tubuh merupakan sebuah sistem satu-kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Ketika tubuh kita sakit, bagian tubuh yang sehat akan membantu bagian yang sakit, sehingga tubuh kembali dalam kondisi sehat. Jadi inti dari konsep tubuh sehat ini adalah keseimbangan. Sejauh orang dapat menjaga keseimbangan sistem di tubuhnya maka dia akan tetap dalam kondisi bugar dan sehat.
Sehat itu mahal seperti slogan sebuah iklan perusahaan asuransi kesehatan di televisi yang beberapa waktu lalu sering kita lihat, apa benar-benar pantas untuk dijadikan Slogan kesehatan. Saya pikir tidak karena kesehatan dan menjadikan tubuh kita sehat tidak selalu harus diukur seberapa banyak uang yang kita keluarkan. Karena hidup sehat tanpa mengeluarkan uangpun sangat mungkin dilakukan oleh siapapun asal dia benar-benar memiliki kemauan untuk mengubah paradigam atau pola pikir serta mau juga mengubah gaya hidupnya.
Jagalah kebugaran dan kesehatan diri kita sendiri selagi belum sakit, karena semua uang yang kita miliki tidak akan ada gunanya kalau kita sudah jatuh sakit. Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan untuk menjaga kesehatan kita bagaimana caranya? Paling mudah dan bisa cepat dilakukan sekarang ini adalah perhatikan makanan dan minuman anda, karena banyak sumber penyakit berasal dari dua hal tersebut. Namun banyak hal lain untuk menjadikan tubuh anda sehat dengan mudah selain mmeperhatikan dan mengatur pola makan, salah satunya adalah dengan giat berolah raga dan kalaupun masih tetap terkena penyakit maka seperti yang dikatakan Hippocrates (Bapak Kedokteran) yang menyatakan bahwa alam akan mampu memperbaiki dan menyesesuaikan kembali kondisi tubuh manusia.
Sebenarnya untuk memulai gaya hidup alami yang membuat kita lebih sehat, bugar, selalu bersemangat dan diharapkan panjang usia, bias kita lakukan dengan cara yang sesederhana mungkin. Lewat lingkungan kita sendiri dulu. Lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan keseharian kita. Dari diri sendiri, misalnya. Lalu rumah, hingga merambat lingkungan sekiatar. Kembali kealam pun menjadi trend gaya hidup baru.
Berikut beberapa upaya “kecil” yang mungkin bias kita lakukan dalam keseharian kita guna mencapai gaya hidup yang lebih alami dan dekat dengan alam.
1. Bila membangun rumah, usahakan lebih bergaya alam atau rumah kebun.yang lengkap dengan kebun buah dan sayuran disekitarnya.
Tidak sekedar ditanam, hasil kebun pun bisa kita konsumsi. Dan pohon kelapa yang sudah cukup umur bisa dijadikan perabot rumah tangga. Untuk membuat gizi tanaman menjadi semakin alami, bisa disiram dengan air bekas cucian beras, ikan atau sayuran, dan hanya diberi pupuk kandang untuk menghindari pemakaian pupuk buatan.
2.Memilih pola makan sehat alami dan juga seimbang. Perbanyak makan buah dan sayuran, terutama yang organic. Bagi yang mampu menghindari daging-dagungan, bias mencoba untuk menjadi vegetarian.
3. Mulai mencoba untuk menerapkan hidup ramah lingkungan keseluruh aspek kehidupan.Misalnya tidak membeli makanan proses, menghindari junkfood, memilih sayuran, tempe , tahu, ketimbang daging olahan, serta memilih ayam kampung ketimbang ayam broiler.
Banyak yang menganggap cara hidup seperti ini sangat merepotkan dan tidak realistis. Namun memilih hidup dekat dengan alam tak perlu mempersulit diri kita. Jadi perilaku kitapun sebaiknya tak perlu dipaksakan. Mengerjakan sesuatu haris dengan rasa bahagia, hingga mampu menghasilkan energi makna yang membuat orang-orang yang terlibat dalam aktivitas tersebut juga ikutan bahagia dan kalau perasaan kita bahagia, maka jiwa kitapun menjadi jauh lebih sehat.
Oleh karena itu masyarakat dunia sudah beberapa tahun lalu mulai kembali apa yang mereka namakan dengan back to nature. Kembali ke alam. Kesegala sesuatu yang bersifat alami. Sederhana namun menyehatkan. Memang tujuan teknologi membuat hidup kita jauh lebih mudah, namun harga yang harus dibayar tak sebanding dengan yang kita terima. Teknologi kerap ikut menyumbang toksin dalam kehidupan alami kita.
Dengan semakin banyaknya kesadaran banyak orang untuk kembali ke segala sesuatu yang berbau alami. Buku-buku seperti makanan alami, gaya hidup alami, dan pola makan sehatpun mulai laris diburu orang. Lewat buku dan majalah serta akses internet yang semakin membuat orang mudah untuk mendapatkan informasi mengenai lingkungan dan kehidupan yang jauh dari limbah, maka setiap individu seakan berlomba untuk menyuarakan hidup sehat dimana-mana. Banyaknya komunitas yang mengajak anggotanya untuk membantu masyarakat untuk mulai segala sesatu dengan prinsip back to nature, mulai mendapat respon dimana-mana. Kesadaran masyarakat mulai meningkat. Terutama dengan adanya issue-issue seperti global warning, go green dan lain-lain maka setiap orang seakan terinspirasi untuk bersama-sama menjaga alam dan lingkunagan lewat caranya masing-masing. Ajaran-ajaran dari timur mulai mendapat perhatian. Seperti ayurveda, makanan alami, obat-obatan alami,yoga, tai chi, aromaterapi, terapi warna, terapi aura, dll.
Orang-orang mulai ramai banyak yang beralih ke penyembuhan alternatife, setelah pengobatan konvensional banyak yang gagal menyembuhkan penyakit mereka. Dengan maraknya penyembuhan alternatife yang oleh banyak pihak dinilai ampuh dan tidak menyakitkan apalagi sampai menguras kantung, maka budaya timur mulai kembali ditengok.
Untuk itulah peranan pengobatan secara alami dengan menggunakan herbal dipercaya paling sesuai, karena hanya herbal yang bisa menyelaraskan fungsi tubuh yang sakit dengan mengembalikan vitalitasnya. Herbal berfungsi menyelaraskan kembali sistem tubuh manusia. Herbal memiliki kemampuan memperbaiki keseluruhan sistem dan bekerja sampai ke lingkup sel serta molekuler.
Sehat Dengan Herbal dan Ramuan Tradisional
Masyarakat saat ini masih memiliki paradigma berobat. Setiap ada keluhan langsung diobati, namun akar masalahnya tidak dicari. Paradigma kita seharusnya diubah, bukan berobat tapi minta disembuhkan.Dalam hal ini, ada yang hilang dalam rangkaian pengobatan konvensional. Obat-obatan modern yang berbahan kimia sintetik lebih banyak bertujuan untuk mengobati gejala penyakitnya, tetapi tidak menyembuhkan sumbernya. Berbeda halnya dengan pengobatan herbal yang memiliki pendekatan holistik antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Satu hal yang paling mengejutkan dalam pertemuan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Januari 2006 disimpulkan, pada obat-obatan yang sudah disetujui FDA pada 1989-2000, tiga perempatnya ternyata tak memiliki efek teurapetik alias tidak benar-benar mengobati. Masyarakat negara maju dalam beberapa tahun terakhir lebih menyukai pengobatan tradisional yang menggunakan bahan dari tumbuh-tumbuhan, padahal sebelumnya mereka diketahui menggunakan obat bahan sintetik.
Metode dan teknik pengobatan modern kini maju pesat dan semakin canggih.
Namun seiring dengan itu, ekosistem, gaya hidup dan pola makan manusia mengalami pergeseran nilai. Perubahan ini memunculkan berbagai masalah kesehatan yang kadang sulit ditanggulangi oleh pengobatan modern karena berbagai alasan, salah satunya karena efek samping yang ditimbulkannya. Prinsip back to basic tampaknya juga bisa diterapkan tatkala sebagian besar masyarakat menghadapi dampak dari perubahan gaya hidup. Ya, konon gaya hidup kini ditandai dengan "kemoderenan" pola makan dan minum seseorang dalam kehidupan sehari-harinya. Artinya, makanan dan minumannya tidak lagi bersifat tradisional. Jenis, bentuk, dan kemasan makanan serta minumannya berbeda dibandingkan di masa silam.

Konsep "kembali ke alam" (back to nature) tersebut, juga menyentuh "wilayah" pengobatan. Betapa tidak, sejumlah ahli, pakar, tabib, dan sejenisnya yang punya kemampuan pengobatan dengan mendayagunakan alam-seperti tanaman--kerapkali menjadi objek kunjungan turis asing maupun domestik. Fenomena pergeseran minat masyarakat terhadap obat-obatan herbal, dapat diketahui pula ketika berada di sejumlah tempat di luar negeri, seperti di Singapura dan Malaysia. Di beberapa tempat di Singapura dan Malaysia, kita bisa secara mudah menemui makanan dan minuman khas dari jenis ginseng. Di Ghuang Zho dan beberapa kota di RRC, juga mudah ditemui obat-obatan herbal. Hal ini semakin mengukuhkan bahwa alam telah menyediakan bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Telah menjadi komitmen kami untuk memasyarakatkan obat tradisional menuju hidup yang sehat secara alami.
Konsep yang diterapkan dalam pengobatan herbal adalah perawatan medis untuk memberdayakan fungsi alami tubuh dalam pengobatan, pencegahan, dan meningkatkan taraf kesehatan. Metode yang digunakan bersifat alami dan non-invasif atau tanpa operasi, tanpa obat kimia sintetis, berorientasi kepada pasien, dan ramah lingkungan. Pengobatan konvensional umumnya hanya mengatasi gejala. Padahal tubuh adalah sebuah sistem satu-kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Justru ketika sakit, bagian tubuh yang sehat pun harus diberdayakan untuk membantu bagian yang sakit.
Dalam hal ini, herbal berfungsi menyelaraskan kembali sistem tubuh manusia. Herbal memiliki kemampuan memperbaiki keseluruhan sistem dan bekerja sampai ke lingkup sel serta molekuler. Kerja herbal dan ramuan tradisional seperti filosofi tukang pos. Tanaman herbal akan mengirim khasiat ke organ yang membutuhkan saja, sementara organ yang tidak membutuhkan tidak akan dimasuki. Kelebihan akan langsung dibuang melalui saluran pembuangan. Tidak akan tersimpan. Namun harus dipastikan bahwa pengobatan natural bukan sekadar punya natural taste, tapi juga memang terbukti bisa meningkatkan fungsi-fungsi tubuh.
Tanaman berkhasiat obat merupakan salah satu diantara obat tradisional yang paling banyak digunakan secara empirik oleh masyarakat dalam rangka menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi baik untuk pemeliharaan, pengobatan maupun pemulihan kesehatan. Penggunaan obat tradisional cenderung meningkat, ini merupakan bukti bahwa masyarakat masih mengakui dan memanfaatkannya. Bahkan negara maju mulai menyukai pengobatan tradisional menggunakan bahan tumbuh-tumbuhan untuk menghindari efek samping obat.

Fakta menunjukkan bahwa upaya kesehatan tradisional dengan obat-obatan tradisional telah dikenal dan digunakan oleh masyarakat secara luas sejak jaman dahulu jauh sebelum pelayanan kesehatan formal dengan obat-obatan modern menyentuh masyarakat luas. Faktanya segala jenis tumbuhan baik yang berupa rumput, jamur, semak, atau pohon yang semuanya dapat di manfaatkan sebagai obat
sudah dibuktikan sejarah orang zaman dahulu yang mempunyai fisik yang kuat, jarang dijumpai penyakit penyakit negatif seperti hipertensi, asam urat, diabetes, kanker tumor, stroke, jantung, dll dan rata rata usianya usia orang zaman dahulu lebih panjang di bandingkan orang zaman sekarang serta gigi yang masih sehat di usia tua.
Mengapa Harus Herbal dan ramuan Tradisional
Pola hidup alami
Berfikir positif
Bersahabat dengan alam
Ramah lingkungan
Jamu Tradisional atau Obat Tradisional adalah sebutan orang Jawa terhadap Obat Herbal, ramuan tumbuh-tumbuhan asli dari alam yang tidak menggunakan bahan kimia sebagai aditif. Konotasi tradisonal selalu melekat pada Jamu sebab Obat Jamu memang sudah dikenal lama sejak jaman nenek moyang sebelum farmakologi modern masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, banyak resep racikan Jamu Herbal sudah berumur ratusan tahun dan digunakan secara turun temurun sampai saat ini.Sebutan ini diperkenalkan pada publik oleh 'dukun' atau 'tabib', ahli pengobatan tradisional jaman dulu. Dari sinilah tradisi minum jamu memasyarakat. Dan sekarang, diperkirakan 80% penduduk Indonesia pernah menggunakan Jamu Tradisional sebagaiObat Herbal . Sebagaimana masyarakat barat mengenal susu, Jamu Herbal sangat popular bagi masyarakat Indonesia.
Saat ini sudah banyak Toko Obat yang menjual Produk Herbal atau Obat Tradisional. Toko Obat atau Toko Herbal menJual Obat atau menJual Herbal yang terbuat dari ramuan tumbuh-tumbuhan alami. Seiring dengan perkembangan jaman, farmasi beralih mulai menggunakan Produk Obat tradisional dan Produk Herbal karena memiliki keunggulan daripada Produk Obat kimia.
Perbedaan yang paling mencolok antara jamu dengan obat modern terletak dari bahan pembuatnya. Jamu menggunakan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang langsung diambil dari alam. Sedangkan Obat modern dihasilkan dari senyawa bahan-bahan kimia sintetis. Oleh karena itu, tingkat efek samping Obat Jamu relatif sangat minim dibanding dengan obat modern. Jamu merupakan obat alami yang bebas efek samping, di bandingkan dengan obat obatan kimia (sintetis) maka obat obatan yang berasal dari tanaman obat ( obat herbal ) memiliki beberapa kelebihan antara lain :
tidak ada efek samping ( dengan sayarat penggunaannya dengan anjuran )
dapat mengobati penyakit penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara tuntas dengan obat kimia (sintetis) seperti diabetes melitus, hipertensi, asam urat, kanker dan lain-lain, harga yang relatif murah karena bahan baku mudah di dapat
dapat disajikan sendiri dengan mudah tanpa membutuhkan bantuan dokter atau yang lainnya Obat herbal fitofarmaka teruji berkhasiat. Obat dari bahan alam tak mengandung efek samping merugikan
Obat herbal didefinisikan tiga hal, yakni, fitofarmaka (teruji pada pasien dan bisa diresepkan dokter), obat herbal terstandar (sudah teruji pada hewan, tetapi belum dilakukan pada manusia sehingga belum bisa diresepkan dokter), serta jamu.
Lima obat yang termasuk fitofarmaka adalah stimuno (untuk kekebalan tubuh, bahan baku utamanya ekstrak tanaman meniran); rheumaneer (obat rematik-jahe dan temulawak); nodiar (antidiare-daun jambu biji dan kunyit), tensigard (penurun tekanan darah tinggi- seledri dan daun kumis kucing), dan x-gra (untuk penunjang vitalitas- akar pasak bumi dan akar gingseng). Adapun obat herbal terstandar saat ini tercatat 30 jenis. Berikut di bawah ini adalah beberapa hal yang berkenaan dengan herbal dan obat tradisional:
1. Kelebihan obat tradisional
• Memiliki efek samping yang saling mendukung jika berada dalam satu ramuan dengan komponen yang berbeda
• memiliki efek samping yang relatif rendah
• Pada satu tanaman memiliki lebih dari satu efek farmakologi serta lebih sesuai untuk penyakit-penyakit yang diakibatkan pertukaran zat di dalam tubuh dan keturunan.
2. Kekurangan obat tradisional
• Takaran harus tepat.Jika tidak tepat, obat tradisional bisa tidak aman bagi tubuh dan kesehatan manusia.
• Harus tepat memilih jenis obat sesuai dengan riwayat kesehatan masing-masing, sehingga tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan jiwa.
3.Bahan baku obat tradisional

Bahan baku obat tradisional bisa didapatkan dari hewan maupun tumbuhan. Namun, sumber obat tradisional yang banyak dikembangkan berasal dari tumbuhan. Sebab, tumbuhan mudah dibudidayakan, ramah lingkungan, dan hampir seluruh bagian yang terdapat pada tumbuhan (mulai dari akar, umbi, batang, kulit, daun, biji, dan bunga) berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.

4. Mengembangkan Tanaman obat

Masyarakat, baik secara perorangan maupun secara institusi, sudah mulai melongok ke obat tradisional dengan megembangkan budi daya tanaman obat. Salah satu institusi yang konsentrasi terhadap pengembangan dan penelitian tanaman obat adalah KaryaSari yang beralamat di Jl. Raya Karacak Km 10, Karyasari Village, Leuwiliang, Bogor.Di sana, terdapat Kebun Obat KaryaSari. Kebun ini terbuka bagi umum yang berminat untuk berwisata herbal (tanaman obat).

5. Cara memilih obat tradisional

Obat tradisional sudah banyak yang dikemas dalam bentuk kapsul, jamu, tablet, obat gosok, krim atau cemilan. Namun tentu saja,kita harus selektif memilihnya sebab banyak obat tradisional di pasaran yang sudah dicampur dengan bahan-bahan kimia berbahaya. Ada baiknya juga, kita berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau ahli tanaman obat untuk memastikan bahwa obat tradisional yang kita peroleh aman untuk dikonsumsi.
Adapun obat yang terjamin kualitasnya berasal dari kebun tanaman obat yang tetap dan menggunakan teknologi standar yang menjamin mutu bahan baku dan proses penanaman dan pengolahannya tetap terjaga. Selain itu, khasiat obat ditentukanjuga oleh kandungan kimiawi bahan bakunya (tanaman obat).

6. Cara mengkonsumsi obat tradisional
• Dosis tepat
• Cara penggunaan tepat
• Waktu mengkonsumsi tepat
• Pemilihan bahan baku tepat sesuai dengan penyakit yang diderita
• Bahan baku obat benar dan tepat

Selintas Pengertian Pengobatan Herbal, Pengobatan Tradisional dan Oengobatan Alami

Masyarakat pada umumnya sering menganggap Pengobatan herbal itu sama dengan Pengobatan Tradisional atau juga Pengobatan Alami. Obat Tradisional - Obat Herbal - Obat Alami

Ketiganya serupa tapi tidak sama.
1. Pengobatan herbal yaitu mengobati pasien dengan ramuan utama obat herbal yang bahan bakunya tanaman obat.
2. Pengobatan tradisional ini maknanya lebih luas, termasuk didalamnya adalah pengobatan herbal dengan obat herbal dan pengobatan tradisional supranatural dengan obatnya berupa jampe2 dan perantara lainnya misal air putih, atau benda bertuah.
3. Pengobatan alami yaitu pengobatan dengan obat alami yang bahan bakunya bisa dari herbal/tanaman obat, hewan & mineral lain.
4. Obat herbal, obat alami, obat tradisional : Sama – sama merupakan tinggalan para leluhur, yang pada zamannya merupakan andalan untuk memelihara kesehatan dan pengobatan berbagai penyakit.
5. Ada ramuan obat herbal, obat alami, obat tradisional khusus untuk penyakit Kanker, Jantung, Hepatitis, dll. Prinsipnya dari penyakit ringan hingga penyakit berat.

BAHAN BACAAN :
1. Anonim. 2009. Pembangunan Kesehatan Harus Jalan Terus Apapun Tantangnnya.
2. http://www.depkes.go.id/popups/newswindow.php?id. Foster, Steven. 1995. Forest Pharmacy, Medicinal Plants in American Forests. Forest History Society.
3. Durham, North Carolina. Hadad, M., Taryono, Udin, SD., dan Rosita, SMD. 1993. Pemanfaatan Meniran dan Kedawung dalam Obat Tradisional di Jawa Barat. Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia. Vol. 2 No. 5. Hal 1-2.
4. Inama. 2008. Kajian Etnobotani Masyarakat Suku Marind Sendawi Anim di Kawasan Taman Nasional Wasur, Kabupaten Merauke, Papua. Skripsi KSH, Fak. Kehutanan IPB. Tidak Dipublikasikan.
5. Sangat, Harini M., Ervizal A.M. Zuhud dan Ellyn K. Damayanti. 2000. Kamus Penyakit dan Tumbuhan Obat Tradisional (Etnofitimedika 1). Yayasan Obor Indoensia. Jakarta.
6. Zuhud, EAM., A. Hikmat, Siswoyo, E. Sandra, E. Sumantri. 2000. Inventarisasi. Identifikasi dan Pemetaan Potensi Wanafarma. Kerjasama antara Direktorat Pengembangan Aneka Usaha Kehutanan, Ditjen RLPS, Departemen Kehutanan dengan Fakultas Kehutanan IPB. Laporan Akhir (5 jilid).
7. Zuhud dan Siswoyo. 2001. Rancangan Strategi Konservasi Tumbuhan Obat Indonesia. Kerjasama Pusat Pengendalian Kerusakan Keanekaragaman Hayati BAPEDAL dengan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.
8. Zuhud, Ervizal A.M. 2009. Potensi Hutan Tropika Indonesia sebagai Penyangga Bahan Obat Alam untuk Kesehatan Bangsa. Jurnal Bahan Alam Indonesia. Vol. 6, No.6, hal : 227232, Januari 2009. Perhimpunan Peneliti Bahan Obat Alam. Jakarta.

Tidak ada komentar: